BAPPEDA KARIMUN LIBATKAN PNPM DALAM MUSREMBANG

Karimun (Antara Kepri) – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, akan melibatkan tim Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

“Tim PNPM dilibatkan dalam musrenbang untuk sinkronisasi sehingga programnya tidak tumpang tindih dengan pemerintah daerah,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karimun Djunaidy dalam Lokakarya “Review” PNPM Mandiri Perkotaan di Kantor Bupati Karimun, Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Keberadaan tim PNPM dalam musrenbang, menurut Djunaidy tidak hanya menghindari tumpang tindih program, tetapi juga memberikan masukan agar program pembangunan tepat sasaran.

“PNPM memang tidak sempurna seratus persen, namun cukup berhasil mendukung program pengentasan (warga dari) kemiskinan yang sejak tiga tahun terakhir gencar dilaksanakan pemerintah kabupaten bersama provinsi,” kata dia.

Sebanyak 22 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dari empat kecamatan, yaitu Kecamatan Karimun, Meral, Tebing dan Buru menjadi peserta dalam lokakarya yang dilaksanakan untuk mengevaluasi program yang terealisasi.

Menurut dia, lokakarya menjadi ajang untuk menyamakan persepsi antara pelaksana PNPM-MP dengan pemerintah daerah.

“Harus saling mengisi sehingga program pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur dasar tercapai,” katanya.

Ia menyayangkan ketidakhadiran perwakilan beberapa SKPD selain dari Dinas Pekerjaan Umum, diantaranya yang tidak hadir adalah perwakilan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kesatuan Bangsa dan Dinas Sosial.

“Mereka seharusnya hadir sehingga bisa berdiskusi menyamakan persepsi dalam mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan, sebagai salah satu sasaran program Millenium Developments Goal’s (MDG’s) yang diharapkan tercapai pada 2015,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Kota PNPM-MP Karimun Mardison mengatakan, PNPM-MP merupakan program inti dalam mewujudkan program pembangunan dengan sistem swakelola masyarakat.

“PNPM-MP menyiapkan institusi masyarakat yang representatif dan memberikan kontribusi bagi penguatan modal sosial, dan tentunya dalam mengentaskan kemiskinan di perkotaan,” katanya.

Sejauh ini, kata Mardison, tingkat keberhasilan PNPM cukup tinggi dan terus didorong sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat memiliki berdaya, mampu menerapkan nilai sosial universal melalui kelembagaan dan program partisipatif,” ucapnya.

PNPM-MP, kata dia, terus bergulir dengan anggaran sistem “sharing” APBN dengan APBD kabupaten.

Pada 2010, PNPM Karimun mendapat anggaran sebesar Rp2,8 miliar, 2011 Rp2,175 miliar, 2012 Rp2,2 miliar dan pada 2013 sebesar Rp1,9 miliar.

Program PNPM-MP meliputi pembangunan insfrastruktur seperti sarana air bersih, jalan, fasilitas pelayanan kesehatan, program ekonomi bergulir dan kelompok simpan pinjam. (Antara)

Sumber : Kantor Berita Antara Kepulauan Riau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s