Buka Forum Kebudayaan Dunia, Presiden Ajarkan Filosofi Kuno

Filosofi tersebut, kata presiden, adalah kunci penting dalam keberlanjutan kebudayaan, dan sudah diadopsi selama berabad-abad di Bali.

“Kita harus mempertahankan sistem yang berkembang di masyarakat adat dan praktik-praktik pengelolaan lingkungan yang mendorong keberlanjutan ekologis,” kata SBY di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, sebagaimana dirilis situs resmi Sekretariat Kabinet. Forum yang berlangsung pada 25-27 November itu mengangkat tema “The Power of Culture in Sustainable Development”. Forum diikuti oleh perwakilan 40 negara di dunia dengan menekankan pertukaran pengalaman, informais dan pembelajaran budaya.

Selain Tri Hita, presiden juga menyalurkan enam pemikirannya dalam kaitan dengan budaya dan pembangunan. Pertama, kemajuan ekonomi yang seimbang dengan pelestarian lingkungan.

“Itu sangat diperlukan untuk mempromosikan nilai dan lingkungan,” kata Presiden.

Kedua, pentingnya budaya inklusif untuk pembangunan berkelanjutan tersebut. Ketiga, adanya partisipasi perempuan untuk meningkatkan inklusivitas pmbangunan. Keempat, budaya sebagai sumber pendapatan yang bisa menciptakan lapangan kerja.

Dituturkan Presiden, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), industri budaya kreatif merupakan sektor penting dan berkembang dalam konteks ekonomi global saat ini dengan pertumbuhan di berbagai belahan dunia.

Kelima, pembangunan mensyaratkan ketertiban dan stabilitas. Oleh karena itu, memelihara budaya perdamaian penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

“Saya berharap forum ini akan membantu kita lebih menghargai keterkaitan antara budaya dan pembangunan berkelanjutan. Saya juga berharap forum ini akan membantu kami dalam membentuk kebijakan dan strategipembangunan berkelanjutan, dengan budaya sebagai pendorong,” lanjutnya.

Pada poin keenam, Presiden menekankan pentingnya kerjasama antarnegara dengan prioritas bidang kebudayaan.

Ket.Gambar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Mendikbud Muhammad Nuh (ke-3 kanan) berbincang dengan menteri/wakil menteri kebudayaan negara sahabat dalam pembukaan World Culture Forum diNusa Dua, Bali, Senin (25/11). Kegiatan selama empat hari itu dihadiri sekitar 1.200 peserta dari 60 negara untuk berdiskusi tentang kebudayaan yang rencananya menghasilkan perjanjian Bali (Bali Promise) sebagai acuan kebijakan dan konsep kebudayaan untuk masing-masing negara. (sumber: Antara/Nyoman Budhiana)

Sumber :Berita Satu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s