Indonesia Terus Tingkatkan Kesejahteraan dan Perlindungan Anak

Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan UNICEF dan Lembaga Penelitian SMERU menyelenggarakan konferensi internasional mengenai Kemiskinan Anak dan PerlindunganSosial pada Selasa (10/09) di Grand Sahid Hotel Jakarta. Konferensi ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dalam rangka membawa penelitian ke dalam penyusunan kebijakan di Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan anak-anak.

Dalam sambutan Menteri PPN/Kepala Bappenas yang dibacakan oleh Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Bappenas, Dra. Nina Sardjunani, MA., disampaikan bahwa konferensi inimerupakan pertemuan yang sangat strategis karena menjadi forum yang mempertemukan para peneliti dengan para perumus kebijakan dan pelaksana berbagai program perlindungan dan peningkatan kesejahteraan anak Indonesia untuk mendiskusikan isu-isu kemiskinan anak dan perlindungan sosial yang dilaksanakan dalam upaya memenuhi hak-hak anak.

Jika dari sudut pandang perencanaan pembangunan, konferensi ini dilaksanakan pada saat yang tepat, karena pemerintah sedang memulai proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Para penyusun kebijakan menyadari pentingnya penelitian dan kajian yang kredibel dan berkesinambungan sebagai masukan untuk perumusan kebijakan mengenai pemenuhan hak-hak anak dan peningkatan kesejahteraan anak yang berkualitas.

Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan, sejauh ini Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak. Evaluasi paruh waktu RPJMN Tahun 2009-2014 menunjukkan adanya kemajuan di bidang pendidikan, seperti ditunjukkan oleh angka partisipasi murni (APM) SD dan sederajat dari 95,41% pada tahun 2009 menjadi 95,69% pada tahun 2012, peningkatan APM SMP dan sederajat dari 75,6% pada tahun 2009 menjadi 77,7% pada tahun 2012, serta peningkatan APM SMA dan sederajat dari 69,60% pada tahun 2009 menjadi 76,5% pada tahun 2011.

Kemajuan yang sama dalam bidang kesehatan juga terus dicapai oleh Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh menurunnya angka kematian bayi dari 34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 32 pada tahun 2012, prevalensi kekurangan gizi menurun dari 18,4% pada tahun 2007 menjadi sebesar 17,9% pada tahun 2010, dan prevalensi anak balita pendek juga menurun dari 36,8% pada tahun 2007 menjadi 35,6% pada tahun 2010.

Dalam hal pengentasan kemiskinan, kemajuan tercermin dari terus menurunnya angka kemiskinan yang tercatat sebesar 14,2% pada tahun 2009 menjadi 11,3% pada Maret 2013. “Dengan penurunan angka kemiskinan tersebut, berarti jumlah penduduk miskin menurun dari 32,53 juta jiwa pada tahun 2009 menjadi 28,07 juta jiwa pada Maret 2013,” jelas Ibu Nina Sardjunani saat mengutip sambutan Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Salah satu upaya penting yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah program-program perlindungan sosial. Program keluarga harapan (PKH), salah satunya, ditingkatkan cakupannya dari 774 ribu keluarga 2010 menjadi 1,5 juta keluarga pada 2012. “Pengembangan sistem jaminan sosial nasional juga akan terus diarahkan untuk mendukung pemenuhan hal-hak anak,” tegas Ibu Menteri Armida.

Pada akhir sambutannya, beliau menyatakan kesejahteraan anak Indonesia yang berjumlah sekitar 80,1 juta jiwa akan ditentukan oleh investasi jangka panjang yang dilakukan oleh keluarga, pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat.

Sementara itu, Ms. Angela Kearney, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam membangun sistem perlindungan sosial yang sensitif terhadap kebutuhan khusus anak-anak. Dia menyebutkan bantuan operasional sekolah (BOS) dan beasiswa siswa miskin (BSM) meningkatkan kualitas dan akses pendidikan dasar bagi anak-anak miskin. “UNICEF senang bisa bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan lembaga mitra untuk memperkuat fokus dari sistem perlindungan sosial bagi anak,” paparnya saat memberikan sambutan.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari (10-11/09) dihadiri oleh kementerian/lembaga terkait, LSM nasional dan internasional, perwakilan dari negarasahabat seperti Laos, Vietnam dan Filipina, serta perwakilan lembaga internasional maupun lembaga penelitian dari berbagai negara seperti India, Thailand, Myanmar, Georgia, Tanzania, Belanda, dan Amerika Serikat. (*)

Sumber : www.bappenas.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s