FPPU Pelanjut Cerita Sukses PNPM Mandiri

Eky,SE.MSi, PJO PNPM-MPd menyimak pemapran hasil pembekalan tugas FPPU dan kerangka kerja ke depan.

Eky,SE.MM, PJO PNPM-MPd menyimak pemaparan FPPU tentang hasil pembekalan tugas dan kerangka kerja ke depan.

Guna percepatan pemberdayaan ekonomi pedesaan, Dirjen PMD, tempatkan satu orang Fasilitator Perguliran dan Pengembangan Usaha (FPPU) tiap kabupaten lokasi PNPM-MPd. Untuk Provinsi Kepulauan Riau, semua kabupaten mendapat alokasi tenaga pendamping tersebut.

Di Kepri, awal November ini, FPPU sudah mulai bertugas dikabupaten masing-masing. Mereka terdiri dari dua orang perempuan dan 3 orang laki-laki. Berasal dari Fasilitator Kecamatan PNPM-Mandiri Perdesaan Provinsi Kepri yang telah dinyatakan lulus dan mendapatkan pembekalan tugas di Medan akhir Oktober silam. FPPU dimaksud serta lokasi tugasnya adalah; Theoddorsus H (Kepulauan Anambas), M.Idham (Bintan), Andi Harnita (Karimun), Nuryanto (Natuna) dan Dyan Herawati(Lingga).

Dalam pertemuan dengan Eky,S.E.,M.M., Penanggunjawab Operasional PNPM-MPd Provinsi Kepri, baru-baru ini, para pendamping UPK itu memaparkan hasil pembelajaran selama pembekalan di Medan, kerangka kerja yang menjadi fokus kegiatan ke depan. Serta, tugas dan fungsi utama FPPU.

Secara detail tugas yang menjadi tanggungjawab FPPU adalah; (1). Melakukan review terhadap bantuan teknis kelembagaan dana bergulir, mencakup perencanaan, administrasi dan pelaporan, pengelolaan dokumen adiministrasi, laporan khusus dana bergulir dan pengelolaan kegiatan dana bergulir, serta fasilitasi penguatan kelompok; (2). Melakukan pemeriksaan pengelolaan dana bergulir; (3). Melakukan supervise system pengelolaan dana bergulir dan pelaporan dana bergulir; (4). Mengidentifikasi, memetakan serta melakukan telaah terhadap potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi bagi kelompok penerima dana bergulir, misalnya teknik pengolahan dan produksi, pemasaran dan keberlanjutan usaha; (5). Membuat rencana peningkatan kapasitas untuk penguatan pengelolaan keuangan dana bergulir di UPK, pengembangan usaha kelompok SPP dan kelompok UEP; (6). Memberikan bantuan teknis kepada PL-UPK dalam mendorong pertumbuhan kelompok baru. (7). Memfasilitasi jaringan kerjasama (pengualan kelembagaan dana bergulir dan kelompok) dengan lembaga pembiayaan dalam peningkatan permodalan dan pengembangan usaha kelompok; (8). Melakukan evaluasi kondisi UPK dan kelompok.

Dari uraian  tersebut diatas, terpikul amanah yang cukup berat dipundak FPPU terkait Pengembangan dan Pelestarian Kegiatan Dana Bergulir serta kelembagaannnya. “Selama ini kelembagaan kita banyak, tetapi miskin action. Sekarang, melalui karya FPPU jejak sukses PNPM Mandiri Perdesaan itu akan terukir dalam sejarah” imbuh PJO Kepri sembari mengingatkan agar FPPU fokus kepada rencana kerja yang telah disusun.

Harapan itu, bukan tanpa alasan. Menurut Andri Yudi, latar belakang keberadaan FPPU adalah untuk menambah ‘darah segar’ memperkuat denyut PNPM Mandiri Perdesaan di tengah masyarakat. Terutama terkait dengan pengembangan dana bergulir. Saat ini, asset dana bergulir di Provinsi Kepri kurang lebih Rp 91 milyar. Sementara, PNPM Mandiri Perdesaan, pada tahun 2014 ini issunya akan berakhir, seiring dengan masa berlakunya RPJM Nasional periode tahun 2010-2014. “Disinilah makna strategis kedudukan FPPU sebagai darah segar dalam keberlajutkan pengelolaan asset program”, pungkas Andri Yudi yang sudah bertugas di Kepri sejak tahun 2009.(Sesvil/IEC Provinsi Kepri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s